Minggu, 15 Mei 2011

Surat Seorang Gadis untuk Calon Suami

Diposting oleh _rahmalia_ di 03.28
Seorang gadis menulis surat untuk calon suami dan menyimpannya di atas awan. Ini isi suratnya :
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Dear calon suamiku...

Apakabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku...

Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu di mana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku...

Entah di mana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak. Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini,aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu,suamiku.

Wahai calon suamiku...

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi ibidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh. Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu. Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; "Akuminta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri.Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulat pun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalanAllah,indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan,tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan." Aku yakin kaulah yang kubutuhkan,meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah...

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih. Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yangbermanfaat, terutama dengan menanamkan pada dirimereka ketaatan kepadaAllah SWT. Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya,bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajarmenjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik di sisimu kelak.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Posting Komentar

 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES